akhir-akhir ini suhu udara di kota bandung-cimahi semakin naik. bulan agustus ini sudah memasuki musim kemarau. ini bisa ditandai dengan angin kering yang terasa dingin,hujan yang tidak turun lagi sehingga membuat tanah menjadi kering. kalau angin bertiup dengan kencang pasti debu-debu akan beterbangan dan itu bisa menimbulkan iritasi pada mata yang terkena debu, seperti yang kualami di musim kemarau tahun lalu.
suhu udara yang meninggi ini bisa menimbulkan kenaikan pada emosi orang-orang yang tinggal di daerah tersebut, begitu pendapat ahli kesehatan yang pernyataannya pernah dimuat dalam harian Pikiran Rakyat.suhu(hawa yang panas membuat kita menjadi orang yang cepat marah, tidak sabaran, dan mudah tersulut oleh masalah yang sepele sekalipun. untuk menanggulangi hal itu kita disarankan untuk makan buah-buahan dan minum air putih yang lebih banyak. memang benar di musim sekarang, kebutuhan akan air lebih besar. kita cepat menjadi haus dan haus, ada juga yang haus dengan kekuasaan seperti yang sedang melanda orang-orang yang ada di pusat sana.
bicara tentang kekuasaan di indonesia tidak bisa dipisahkan dengan proses Pemilu yang diadakan 2x di awal tahun 2009 ini. setelah mereka bertarung, baik dalam Pileg (pemilihan anggota legislatif) dan Pemilu Capres-Cawapres, kini mereka bertemu, berdekatan, dan berkoalisi untuk bagi-bagi kursi(jabatan menteri). di satu sisi langkah ini dipakai untuk mengamankan posisi pihak pemenang supaya pemerintahannya ke depan tidak akan mudah digoyang(dijatuhkan) dan sisi lain mendapatkan jatah jabatan itu menyenangkan. fenomena ini terkesan membodohi rakyat, mereka pikir rakyat tidak akan protes melihat sepak terjang mereka. menjengkelkan...
Rabu, 05 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar