mbah surip, si udin dan seni
akhir-akhir ini kematian bisa menjadi alat untuk mendongrak popularitas. agaknya upaya yang dilakukan oleh media berubah cara. lihat saja kematian dari michael jackson bisa membuat jjutaan keping kaset dan vcd terjual ludes, dan beberapa saat berikutnya kematian yang menghampiri mbah surip yang membawakan lagu dengan judul 'tak gendong '. sebuah lagu yang pertama kali kulihat klipnya di pagi hari. begitu mendengar liriknya, aku tersenyum-senyum, lagu yang sederhana. kupikir tak ada artinya seperti halnya lagu-lagu indonesia yang lain yang kini sedang menjamur. ternyata dugaanku meleset, ketika membaca profil mbah surip di koran PR, lirik itu memiliki makna, setidaknya menurut versi mbah surip selaku pencipta lagu itu.
penampilan mbah surip dengan rambut gimbalnya mengingatkanku pada seseorang yang ada di kota solo, saifudin hafiz. lelaki ini juga memiliki rambut yang gimbal. rambut yang ingin ia potong ketika ia sedang depresi untuk membebaskan ia dari belenggu. tapi itu tak pernah ia lakukan..
seperti ia tak pernah melakukan janjinya padaku..
seni, kehidupan yang aneh, cenderung nyleneh menjauhkan para pendukungnya dari ikatan keluarga, dari pasangan dari ikatan kekerabatannn. dan aku berjanji untuk tidak mendapatkan mereka lagi dalam hidupku yang berarti...
Minggu, 09 Agustus 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar